
Jakarta – Untuk terselenggaranya platform Indonesiana di Kabupaten Lebak, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Platform Kebudayaan Indonesia dan Penyerahan Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah dengan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi turut menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh 12 daerah dan menerima secara langsung dokumen pokok pikiran kebudayaan daerah di ruang sidang graha Kemendikbud Jakarta, Selasa (3/7).
Muhadjir Effendi mengatakan, keberagaman daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan ditengah dinamika perkembangan dunia.Â
Indonesiana suatu platform pendukung festival seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk menyelenggarakan festival-festival seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.
“Mari kita sambut peluang identitas melalui kebudayaan dalam festival budaya tahunan. sebagai implementasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” katanya.
Indonesiana diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dikerjakan dengan semangat gotong royong dan dengan emban orang-orang yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas kemajuan di Indonesia.
Hilmar Farid mengatakan, tata kelola kebudayaan menjadi poin penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus, karenanya ia mengajak seluruh pemangku kepentingan bidang kebudayaan untuk bersama-sama memperbaiki dan meningkatkan kualitas tata kelola kebudayaan, baik dari sisi kualitas, manajemen, maupun tindakan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk sebuah platform yang diberi nama Indonesiana.
“Indonesiana adalah sebuah platform kegiatan kebudayaan yang nantinya akan digarap bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” katanya.Â
Ia menuturkan, tata kelola tersebut bertujuan untuk menyinergikan pemangku kepentingan, yakni antar kementerian, lembaga hingga komunitas-komunitas untuk duduk bersama dan saling terkoneksi satu sama lain.Â
Sementara itu, Pemerintahan Kabupaten akan mengenalkan sejarah kepada dunia dengan Festival Multatuli yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-9 September 2018 dengan beragam kegiatan seperti festival theater, bedah buku puisi Multatuli, menyusuri jejak Multatuli, karnaval kerbau dan lain-lain. Hal ini disampaikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menghadiri acara tersebut.Â
Iti Octavia mengatakan, Festival Multatuli sebagai upaya mengenalkan museum Multatuli kepada masyarakat luas yang akan memberikan makna gotong royong, ilham kemerdekaan, harmoni, kesederajatan dan kemanusiaan.Â
“Festival Multatuli akan membuat kita mengenal lebih dalam sejarah Lebak khususnya Multatuli alias Eduerd Douwes Dekker yang bertugas sebagai asisten residen Lebak pada 21 Januari 1856,” tambahnya.
Saat ini Direktorat Jenderal Kebudayaan tengah menyiapkan platform Indonesiana untuk menemukan rumusan-rumusan yang tepat dalam meningkatkan tata kelola festival budaya di kawasan yang menjadi titik lokasi. Tak hanya itu, fokus utamanya ialah peningkatan kualitas manajemen, perluasan akses dan penguatan jejaring budaya, serta menyusun skema dan mekanisme sebagai acuan kerja pemerintah di bidang kebudayaan. (*/).


































