Ribuan Pengendara Terjaring Operasi Zebra Kalimaya

LEBAK – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak berhasil menindak 2.173 pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas di wilayah Lebak. Pelanggaran yang dilakukan pengendara, diantaranya tidak menggunakan helm, tidak membawa surat kelengkapan kendaraan, dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).
Kepala Satlantas Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Roby Heri Saputra mengatakan, ribuan pengendara roda dua tersebut terpaksa diberikan sanksi tilang. Pasalnya, saat petugas menggelar Operasi, tidak membawa kelengkapan surat kendaraan dan tidak memakai helm standar nasional (SNI).
“Jumlah kendaraan yang kita tilang hingga hari ke 10 operasi Zebra Kalimaya mencapai 2.173 unit. Kegiatan operasi akan berlanjut hingga 14 November 2017,” kata Roby kepada wartawan, Jumat (10/11).
Mantan Kapolsek Bayah ini mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas. Dia mengklaim, kesadaran masyarakat di wilayah perkotaan untuk tertib berlalu lintas sudah semakin baik. Kondisi tersebut tampak dari jumlah pelanggaran yang dilakukan masyarakat perkotaan yang minim. Pelanggar lalu lintas kebanyakan berasal dari daerah penyangga.
“Tapi, ada juga warga perkotaan yang melakukan pelanggaran. Mereka enggak pakai helm dan tidak bawa surat kendaraan dengan alasan hanya keluar sebentar,” paparnya.
Baur Satlantas Polres Lebak Iptu Kusroin mengatakan, Operasi Zebra Kalimaya 2017 diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Lebak. Untuk itu, anggota Satlantas Polres Lebak bertindak tegas kepada setiap pelanggar lalu lintas. Sikap tersebut dilakukan demi kebaikan masyarakat, sehingga mereka aman dan nyaman berkendara di jalan raya.
“Bila kesalahannya ringan kita berikan teguran dan peringatan, tapi jika kesalahannya berpotensi menyebabkan kecelakaan dan tidak melengkapi surat-surat kendaraannya, ya kita proses dan kenakan sanksi tilang,” kata Kusroin.
Dia yakin, hasil Operasi Zebra Kalimaya yang dilaksanakan Satlantas Polres Lebak bakal bertambah hingga hari terakhir. Apalagi, lokasi operasi berpindah-pindah, sehingga tidak diketahui para pengendara yang melanggar lalu lintas.
“Kalau kita lakukan operasi di satu lokasi saja, maka akan ketahuan sama masyarakat dan mereka akan menghindari operasi yang kita lakukan,” tukasnya.(Alpin)