RANGKASBITUNG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak memastikan jalan strategis aman dan nyaman dilalui para pemudik menjelang lebaran Idul Fitri. Karena itu, sekarang Dinas PUPR sedang menangani beberapa ruas jalan yang bakal dilalui pemudik yang akan menikmati lebaran di kampung halamannya.
“Ada beberapa jalur utama arus mudik yang kita tangani, seperti Rangkasbitung – Leuwidamar. Kita ingin sebelum lebaran Idul Fitri, semua jalan milik Kabupaten yang mengalami kerusakan khususnya jakan utama arus mudik lebaran sudah mulus kembali,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Irvan Suyatuvika, kemarin.
Menurutnya, kerusakan jalan kabupaten saat ini hanya ada di beberapa ruas jalan alternatif, karena jalan utama dari Rangkasbitung ke Malingping sepanjang 72 kilometer sudah baik.
“Untuk jalan utama Rangkasbitung – Malingping kan kondisinya sudah cukup baik. Kita tinggal kosentrasi di beberapa ruas jalan yang rusak,” ucapnya.
Dia mengatakan, selain jalur selatan yaitu Rangkasbitung – Malingping jalur mudik yang ramai dilalui adalah jalur Rangkasbitung – Leuwidamar. Namun, ada beberapa titik ruas jalan yang rusak.
“Saat ini kerusakannya tengah ditangani dan diharapkan sebelum Lebaran Idul fitri sudah rampung. Sehingga, para pemudik bisa nyaman saat melintas di ruas jalan tersebut,” ujarnya.
Dia menambahkan, Pemkab Lebak berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur di Lebak. Tahun ini, tidak hanya mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan jalan dan jembatan. Tapi, pemerintah daerah juga mengalokasikan pemeliharaan jalan di dalam dan luar kota. Tujuannya, supaya badan jalan yang rusak ringan dapat ditangani sehingga tidak rusak parah dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jalan yang rusak parah, jadi prioritas untuk diperbaiki oleh Dinas PUPR. Anggaran pemeliharaan jalan harus dioptimalkan untuk menangani jalan rusak di 28 kecamatan,” tegasnya.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lebak Hamdan Soleh mengatakan, selain perbaikan melalui paket lelang, juga dilakukan pemeliharaan rutin untuk jalan yang megalami rusak sedang dan ringan.
Dia menambahkan, perbaikan jalan bukan lantaran adanya desakan dari masyarakat, namun karena memang sudah dianggaran oleh pemkab Lebak dan menjadi kebutuhan masyarakat.
”Tentunya, perbaikan jalan itu sudah ada jadwal dan titik mana yang akan diperbaiki, jadi bukan karena adanya aksi demo atau desakan, tapi berdasarkan hasil dari Musrenbang,” katanya.
Menurutnya, ruas jalan rusak akan diprioritaskan untuk diperbaiki oleh pemerintah. Karenanya, beberapa ruas jalan yang rusak di dalam maupun luar kota sudah diidentifikasi.
Lantaran itu Dia berharap, masyarakat di 28 kecamatan ikut menjaga kondisi jalan kabupaten yang melintas di wilayahnya masing-masing.
“Tentunya, harus ada sinergi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga, program percepatan pembangunan di Lebak berjalan dengan baik,” katanya.
(*/Adv)






































