Harga BBM Melonjak Tinggi, Dompet Warga AS Semakin Tipis

Ilustrasi minyak dunia (Foto istimewa).

ORBITBANTEN,-Harga bahan bakar minyak (BBM) terus melonjak semakin tinggi menjelang akhir pekan peringatan Hari Pahlawan atau Memorial Day di Amerika Serikat (AS)

American Automobile Association (AAA) menyampaikan secara nasional, rata-rata harga BBM di AS dengan oktan (RON) 87 mencapai rekor baru US$ 4,48 atau Rp 65.632 (kurs Rp 14.650) per galon (1 galon sekitar 3,4 liter)
Senin (17/05/2022) Waktu setempat

Harga BBM di AS naik 15 sen dalam seminggu terakhir dan 40 sen dalam sebulan. Harga BBM di AS sudah naik 27% dari sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

“Semuanya mengarah ke harga yang lebih tinggi. Kami sedang dalam perjalanan menuju US$ 5,” kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy lipow dikutip dari CNN, selasa (17/05/2022)

Lipow menaikan perkiraan harga BBM dari semula US$ 4,5 (Rp 65,925) menjadi US$ 4,75 (Rp 65.587) per galon. Hal ini berarti pada akhir pekan Memorial Day. Para pengendara akan di sambut oleh rekor harga BBM tertinggi.

Lonjakan Harga BBM Memperburuk inflasi yang di hadapi keluarga dan ekonomi di AS secara luar. Pasalnya, pasokan BBM masih belum bisa memenuhi permintaan, terutama untuk bensin, solar, dan produk minyak lainnya. Bensin berjangka melonjak ke rekor tertinggi baru pada Senin.

Kabar baiknya,menurut Lipow, produksi bensin akan meningkat dalam beberpa minggu mendatang karena kilang AS sudah selesai melakukan perawatan. Sedangkan, berita buruknya adalah harga minyak tetap tinggi.

Harga minyak AS melonjak 3,4% menjadi US$ 114,20 per barel, penutupan tertinggi sejak 23 Maret. Harga minyak mentah Brent, patokan dunia, naik sekitar 3% menjadi US$ 114,50 per barel dalam perdagangan baru-baru ini.
(*/Rul).