LEBAK,- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya resmi me-Launching dan mempromosikan produk unggulan beras Ciberang. Produk tersebut merupakan hasil produksi petani lokal Kabupaten Lebak.
Nama Ciberang sendiri diambil dari nama sungai yang membelah wilayah Kabupaten Lebak. Launching dan promosi beras Ciberang diharapkan mampu mengatasi stok beras di Banten dan nasional. Terpenting, kehadiran beras Ciberang dapat meningkatkan perekonomian petani di 28 Kecamatan.
Mantan anggota DPR RI ini optimistis, beras Ciberang dapat menembus pasar domestik dan nasional. Benih beras Ciberang berasal dari varietas unggul, seperti Ciherang, Mikongga, Inpari, dan Mira.
“Kami optimistis peluncuran beras merk Ciberang diminati konsumen lokal dan nasional, karena beras tersebut berkualitas,” kata Iti Octavia Jayabaya, Minggu (11/2).
Selama ini, lanjut Bupati perempuan ini, masyarakat hanya mengenal jenis-jenis beras dari daerah lain yang memang sudah beredar di pasaran. Beras Ciberang yang dipasarkan kepada masyarakat luas diharapkan mampu mengenalkan Lebak ke daerah lain di Indonesia.
“Keberadaan beras produk Lebak ini di pasaran, setidaknya diharapkan akan meningkatkan pendapatan petani. Tapi juga akan membawa nama daerah, seperti halnya Pandeglang dengan beras Cimanuknya atau Cianjur dengan beras Pandan Wanginya,” kata ketua DPD Demokrat Banten ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna menyatakan dilaunchingnya beras Ciberang ini bertujuan untuk memotivasi petani dan kelompok tani (poktan) dalam upaya meningkatkan produksi dan produktifitas pangan.
“Peluncuran beras Ciberang ini harus dijadikan momentum kebangkitan petani Lebak. Ke depan, petani harus lebih berdaya dan menjadi tulang punggung perekonomian di daerah,” paparnya.
Dede juga mendorong kelompok tani memproduksi beras merek Ciberang, dengan memperkenalkan dan memasarkan beras Ciberang di pasaran.
“Sebenarnya ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi semua masyarakat Lebak, agar kelak Lebak bisa dikenal sebagai daerah penghasil beras berkualitas,” tuturnya.
Kelebihan beras Ciberang memiliki aroma, rasanya pulen dan kadar gulanya tidak begitu tinggi. Sebelumnya, beras Ciberang sudah dijual ke Pasar Cipinang Jakarta oleh kelompok tani. Bahkan, permintaan pasar cenderung meningkat sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi petani.
“Kami mendorong kelompok tani terus meningkatkan produksi dan produktivitas guna mendukung swasembada pangan,” tegasnya. (Deni).



































