Warga MC Timur Minta PT KAI Beri Akses Jalan Lingkungan

Surat permohonan jalan lingkungan yang di layangkan oleh warga Kampung Babakan, Kelurahan MC Timur, Kecamatan Rangkasbitung kepada PT KAI, Minggu 10/2 kemarin, (Foto/Dok.).

RANGKASBITUNG – Puluhan warga Kampung Pasir Babakan, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung meminta kepada PT KAI memberikan akses jalan lingkungan bagi warga terdampak program pemagaran area statsiun Rangkasbitung.

Permintaan puluhan warga tersebut disampaikan kepada PT KAI melalui surat permohonan jalan lingkungan, Sabtu 10 Februari 2018 dengan dibubuhi tanda tangan dari 50 warga setempat. Mereka meminta akses jalan ke statsiun selain tetap dibuka, pemagaranya juga tidak terlalu mepet ke rumah warga.

“Kita meminta PT KAI tetap menyediakan akses jalan lingkungan sepanjang 100 meter dengan lebar 1,20 meter yang akan digunakan warga setempat untuk beraktivitas,” kata Ketua RW 14 Kelurahan MC Timur, Unro Al Juhry kepada Orbit Banten, Minggu (11/2).

Menurutnya, selama ini masyarakat yang terkena dampak proyek pemagaran area statsiun Rangkasbitung khawatir aktivitasnya terhambat. Untuk itu, pihaknya meminta PT KAI menyediakan akses jalan lingkungan, agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Pihaknya juga meminta, PT KAI tidak hanya mengedepankan kepentinganya sendiri, tapi juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial warga yang berada disekitar area statsiun.

“Selain untuk memudahkan masyarakat yang ingin menggunakan jasa KRL, warga sekitar juga nantinya akan diuntungkan dengan keberadaan akses pintu tersebut,” ujarnya.

Senada diungkapkan Ketua RT 001 Kampung Pasir Babakan Desa setempat , M Rosyid menuturkan, masyarakat tentu saja menudukung program pemagaran area statsiun Rangkasbitung demi keselamatan dan kenyamanan warga. Namun demikian, PT KAI juga harus memperhatikan hak-hak masyarakat setempat.

“Kami paham hal tersebut menyangkut keselamatan warga, namun disisi lain, perekonomian warga menjadi terganggu. Kami minta program pemagaran tidak terlalu mepet ke rumah warga,” tandasnya. (Deni).