BPBD Lebak Kerahkan Tim Verifikasi di Lokasi Terdampak Gempa Bumi

Kaprawi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak (Foto/Yusuf)

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak telah mengerahkan tim verifikasi sejak Sabtu (27/01) sampai Senin (29/01) ke lokasi terdampak bencana gempa bumi yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Lebak, Senin (29/1).

Data sementara yang dikeluarkan oleh BPBD Lebak, sebanyak 1.614 bangunan terdampak bencana. Dengan rincian 1.156 unit bangunan mengalami rusak ringan (RR), 227 unit bangunan rusak sedang (RS), dan 231 unit bangunan rusak berat (RB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi, mengatakan bahwa verifikasi dilakukan berdasarkan dengan peraturan kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kementerian sosial.

“Untuk kategori nya itu berdasarkan perhitungan dalam peraturan dari kementerian PUPR, dan kementerian sosial yang sudah dipadukan. jadi pemerintah daerah hanya menyampaikan sesuai aturan ini rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat,” kata Kaprawi kepada Orbit Banten, Senin (29/01).

Baca juga :
Pasca Gempa Pemkab Lebak Bentuk Tim Verifikasi
Gempa 6,1 SR Guncang Lebak, Ratusan Rumah Rusak
Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa di Lebak Terus Bertambah

Kaprawi mengatakan saat melakukan tindakan tangap gawat darurat, pada tanggal 23 Januari 2018 sesuai dengan perintah Bupati, yakni mengupayakan penyelamatan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, obat obatan secara maksimal.

“Pasca gempa yang terjadi pada Minggu lalu kami telah memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar, dan juga bantuan kesehatan berupa obat-obatan sesuai dengan perintah dari Ibu Bupati,” ungkapnya.

Pasca bencana pemerintah daerah (Pemkab) Kabupaten Lebak telah menurunkan 40 personil untuk melakukan verifikasi kerusakan di 20 kecamatan yang terdampak bencana gempa bumi di kabupaten lebak ini.

“Tim Verifikator terdiri dari berbagai unsur. Tim menilai secara pasti tingkat kerusakan pada bangunan yang terkena dampak bencana,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk sementara data yang telah masuk kepada posko utama unit BPBD terdapat 1.614 dari 1.800 yang telah diverifikasi, artinya sekarang terjadi penurunan. Jika hanya satu atau dua buaj genteng yang rusak tidak di masukan dalam kategori rusak ringan, sedang, maupun berat.

“Kita harapkan, hari ini data sudah bisa disampaikan kepada Bupati, dan dapat di kunci jumlah dan tingkat kerusakannya,” ungkapnya

Lebih lanjut, Kaprawi menuturkan, tidak menutup kemungkinan data bangunan yang terdampak akan berubah. Mengingat gempa susulan masih terjadi. Menurutnya, yang awalnya rusak ringan, bisa berubah menjadi rusak sedang, bahkan rusak berat.

“Meskipun ada itu merupakan berdasarkan analisa, pantau dan kajian dari tim yang ada di lapangan. Nanti setelah dihitung dan tim itu menyampaikan laporanya pada posko utama kemudian dilakukan verifikasi ulang,” pungkasnya. (Yusuf).