
MAJA – Turap penahan tanah (TPT) sepanjang 7 meter di jalan Maja – Koleang tepatnya di depan kantor Desa Maja, Kecamatan Maja ambrol, pada Senin (26/2) malam.
Tia Nugraha, salah seorang staf desa Maja mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Senin malam saat itu hujan dan bertepatan dengan melintasnya sebuah kendaran yang melintas di jalur tersebut dengan bermuatan melebihi tonase. Sehingga mengakibatkan tembok dan penahan tanah dan pagar pembatas jalan ambrol.
“Selain TPT dan pembatas jalan yang ambrol. Juga kondisi jalan mengalami keretakan sehingga sangat membahayakan bagi para pengguna jalan,” katanya kepada Orbit Banten, Selasa ( 27/2).
Sementara itu kepala desa (Kades) Maja, Kecamatan Maja Ma’Mun Tobari mengatakan, ambrolnya penahan dan pembatas jalan ini sangat menggangu kenyamanan lalulintas terutama pada malam hari. Menurutnya, jalan Maja – Koleang setiap harinya ramai dilalui kendaraan.
“Saya meminta kepada PUPR Propinsi Banten segera memperbaikinya, karena apabila dibiarkan hal ini sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya.
Ma’Mun menambahkan, selain intensitas hujan yang tinggi, peristiwa ini juga diperparah dengan banyaknya kendaraan yang over tonase melintas di jalur tersebut.
“Saya harap aparat yang berwenang menindak kendaraan yang melebihi tonase yang kerap melintas,” tandasnya. (Ali).


































