LEBAK, – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI (BBPJN VI) akan melakukan rebah total terhadap 13 jembatan gantung yang putus akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Hal itu disampaikan oleh Kepala BBPJN VI Hari Suko Setiono dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak di Aula Multatuli Setda Lebak, Rabu (21/1/2020) lalu.
Hari Suko Setiono mengatakan, semua jembatan gantung rusak akibat banjir yang belum ditangani oleh CSR di Kabupaten Lebak akan diambil alih oleh BBPJN.
“Kami sudah melakukan inventarisasi dan survei. Dari 26 jembatan gantung, 8 diantaranya masuk ke dalam genangan waduk Karian, dan 5 jembatan gantung sudah disepakati akan ditangani oleh CSR, maka sisanya ada 13 jembatan lagi, dan ini semuanya akan kami rehab, akan kami yang tangani ini semua,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulihan sarana infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor. Termasuk rehab jembatan gantung yang totalnya mencapai 26 jembatan.
Ia berharap, seluruh elemen masyarakat dapat bersinegis dengan Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan jembatan termasuk pemulihan sarana infrastruktur lainnya yang rusak pasca terjangan banjir bandang dan tanah logsor beberapa waktu lalu.
“Semoga dalam pelaksanaannya tidak ada hambatan apapun, dan berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Deni).



































