DLH Lebak Uji Lab Udara Perkantoran

Petugas DLH Kabupaten Lebak sedang mengambil samle udara di seputar alun-alun kota Rangkasbitung. (Foto/Deni).

LEBAK,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak melakukan pengambilan sampel udara di lingkungan pusat Perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lebak, tepatnya di Alun-alun kota Rangkasbitung, Kamis (04/10/2018).

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin dalam rangka mengecek kualitas udara di lingkungan Perkantoran yang berada di Rangkasbitung.

“Kegiatan kali ini kita melakukan pengambilan sampel udara mewakili lingkungan Perkantoran. Untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium,” kata Petugas Pengambil Sampling Uji Laboratorium DLH Kabupaten Lebak Arif kepada Orbit Banten, Kamis (04/10/2018).

Baca juga :
Dinas Lingkungan Hidup Lebak Sidak PD Disco

Arif menjelaskan, pengambilan sampel rutin dilakukan setiap enam bulan sekali untuk mengecek kualitas udara perkotaan.

“Sampel udara ini nanti di analisa. Untuk hasilnya baru diketahui setelah 14 hari kerja setelah melalui tahap uji laboratorium,” katanya.

Menurut Arif, hasil uji lab tersebut tidak langsung di publikasikan karena hal itu duluar kewenangannya. Petugas lab hanya akan memberikan informasi kepada yang memintanya.

“Ini permintaan dari bidang pengendalian lingkungan jadi nanti bidang pengendalian yang memiliki kewenangan. Sekalipun kita satu atap tetapi harus bisa menjaga kerahasiaan hasil penelitian dengan tidak membeberkannya kepada pihak lain selain pihak yang meminta baik itu dari intern termasuk dari perorangan maupun perusahaan,” katanya.

Baca juga :
LH Sebut Produksi Terasi PD Limun Disco Ilegal

Arif mengungkapkan, sudah mejadi tugasnya menjaga kerahasiaan hasil uji laboratorium. Khusus diberikan kepada customernya.

“Misal perusahaan minta maka kita layani dan hasilnya dikembalikan pada customer. Termasuk saat kita diminta melakukan uji lab udara di lokasi proyek pengurukan jalan tol Serang-Panimbang di Kecamatan Cikeusal dan hasilnya kita berikan kepada pihak pelaksana proyek,” katanya.

Selain jalan tol, pihaknya juga diminta melakukan pengujian udara di lokasi proyek pembangunan Waduk Karian.

“Kita lakukan karena memang kita memberikan pelayanan kepada customer. Yang mana mereka yang menggunakan jasa kita akan dikenakan biaya karena memang bagian dari peningkatan PAD,” katanya.

Arif menambahkan, untuk wilayah Banten baru dua daerah yang laboratoriumnya sudah terakreditasi A, yakni DLH Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang.

“Alhamdulilah laboratorium DLH Lebaj turut sumbang PAD karena banyak yang minta dilayani,” tandasnya. (Deni).