LEBAK – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Lebak dan pendopo Lebak. Mereka menuntut pemerintah daerah melakukan akselerasi dalam menuntaskan kemiskinan di Bumi Multatuli.
Baca juga:
Hari Pertama, Ribuan Masyarakat Kunjungi Pekan Raya Lebak
Prihatin, Jalan Kopi – Sangiang Rusak LagiJalan Provinsi di Warung Banten Longsor Sepanjang 50 Meter
Sebelum menyampaikan aspirasi di depan gedung wakil rakyat, puluhan mahasiswa melakukan long march dari Jalan RT Hardiwinangun dan Jalan Iko Jatmiko. Di pertigaan Jalan Multatuli, para mahasiswa melakukan orasi sambil bertelanjang dada. Aksi tersebut mendapatkan pengamanan dari anggota satuan lalu lintas (Satlantas) dan anggota Shabara Polres Lebak. Puas berorasi di depan Alun-alun Rangkasbitung, para mahasiswa kemudian menuju gedung DPRD Lebak. Di sana, sejumlah anggota shabara dan satintel Polres Lebak telah menunggu kedatangan para mahasiswa.
Ketua Umum Kumala Imam Nurhakim menyatakan, aksi refleksi HUT Lebak tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap nasib Kabupaten Lebak yang tidak kunjung keluar dari predikat miskin dan tertinggal. Untuk itu, dia dan rekan-rekan mahasiswa di Lebak menuntut Pemkab Lebak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah masih parsial. Hingga sekarang (usia 189 tahun Kabupaten Lebak-red), Lebak masih miskin dan tertingga, sehingga cukup mengecewakan,” teriak Imam ketika berorasi di depan gedung dewan.
Pada kesempatan tersebut, aktivis Kumala menuntut pemerintah melakukan pemerataan penempatan tenaga kerja, prioritaskan tenaga kerja lokal, stop pembebasan lahan, dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, tingkatkan kualitas pembangunan dan fungsikan tugas pengawasan DPRD Kabupaten Lebak.
“Semoga, ke depan Lebak makin maju dan masyarakatnya sejahtera,” harapnya.(Yayan)






































