Jelang Aksi 1 September Pemkab Larang ASN Gunakan Randis Tekait Adanya Aksi Solidaritas

Sekda Lebak Budi Santoso

LEBAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengeluarkan imbauan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menggunakan kendaraan dinas (Randis) pada hari Senin (1/9). Imbauan ini berkaitan dengan adanya rencana aksi solidaritas kecaman terhadap kekerasan aparat yang direncanakan berlangsung di Alun-alun Rangkasbitung, Senin (1/9).

Aksi yang diprediksi akan menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Larangan tersebut disampaikan secara resmi melalui pesan edaran internal yang tersebar di media sosial WhatApps di sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa penggunaan kendaraan dinas harus sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya, dan dalam situasi tertentu seperti saat ini, langkah tindakan perlu diambil sebagai bentuk antisipasi.

“Yth, para Ka OPD dan Camat, dalam rangka aksi mitigasi hari senin 1 Sep 2025, sesuai Arahan pimpinan semua pegawai agar tidak membawa mobil dinas ke kantor dan atau keluar rumah, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, untuk disstruksikan kepada seluruh pegawai, terima kasih,” tulis edaran tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Budi Santoso, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas ASN, melainkan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Iya kita tidak tahu kan besok ada aksi atau tidak dan eskalasinya bagaimana, makanya ini bentuk mitigasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Budi, Minggu (31/8).

Ia mengatakan, penempatan kendaraan dinas yang terlihat di lokasi aksi bisa memicu penafsiran negatif atau bahkan menjadi sasaran intimidasi. Selain pengamanan aksi juga sudah dilakukan Pemkab Lebak bersama unsur Forkompimda.

“Intinya Forkopimda sudah melakukan mitigasi dan antisipasi, kita harus amankan aset negara. Barusan selesai kita rapat dengan forkopimda,” ujar eks Kepala BKAD Lebak ini.

Selain itu, Budi juga berharap jangan ada aksi karena rentan terhadap adanya penyusup yang bisa memicunya. Ia memberikan imbauan agar warga jangan mudah terprovokasi.

“Ya kita berharap jangan ada aksi, khawatir ada yang pihak penyusup yang menunggangi dan tidak terkendali, kejadian di Jakarta kita lihat seperti itu, demo sudah keluar dari tujuan utama, lebih baik kita semua berdoa untuk almarhum Affan dan korban lainnya dan juga untuk kebaikan bangsa ini dan kebaikan lebak,” katanya.(hin)