
RANGKASBITUNG, – Koordinator Barisan Juang Kolom Kosong (Baju Koko) Hakiki Hakim memgungkapkan kemenangan pasangan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi pada Pilkada Lebak dinilai wajar. Pihaknya mengakui dan menghirmati hasil real count KPU Kabupaten Lebak menunjukan bahwa Paslon Tunggal memperoleh 76,98 persen dan Kolom Kosong 23,02 persen.
“Kemenangan pasangan Iti-Ade wajar dan bagi kami tidak ada yang patut dibanggakan,” kata Hakiki Hakim kepada Orbit Banten, Sabtu (30/6).
Kendati demikian, lanjut Hakiki, pihaknya bersyukur bahwa proses Pilkada berjalan lancar dan damai. Ia menegaskan, kelompok penggiat Kolom Kosong tudak setuju dengan pasangan calon tunggal.
Baca juga :
Pasangan Iti-Ade Ungguli Kolom Kosong
“Sikap ini bukan didasari atas dasar kebencian, melainkan proses pembelajaran berdemokrasi dan kedaulatan warga,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, tetap konsisten untuk mengawal proses demokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan. Serta mendorong transfaransi dan akuntabilitas elit politik dinasti dalam mengelola birokrasi, sehingga tidak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme.
Baca juga :
Real Count Sementara KPU Lebak, Pasangan Iti-Ade Unggul
“Kami akan berusaha menggabungkan gerakan moral dan gerakan politik sebagai kekuatan utama civil society mengawal politik dinasti di Lebak khususnya,” imbuhnya.
Menurutnya, kehadiran Baju Koko pada Pilkada ini mendapat aspirasi dan masukan dari masyarakat untuk tetap dipertahankan, dan sangat dimungkinkan untuk menjadi sebuah lembaga kajian kebijakan publik di Kabupaten Lebak.
Pihalnya berharap, bahwa masyarakat semakin cerdas dalam menyeleksi dan menjatuhkan pilihan pada pemimpin yang berprestasi dan memiliki komitmen reformasi birokrasi, dan tidak lagi memilih pemimpin yang mengandalkan hubungan kekerabatan.
“Kita akan kawal komitmen politik Paslon Tunggal Iti-Ade yang terucap saat pendalaman visi misi yang menyatakan tidak akan dapat diintervensi oleh bisnis keluarga,” tandasnya. (Deni).


































