
LEBAK – Guna memastikan Pemilihan Umum (Pemilu) baik Pilkada 2018 maupun Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019 berjalan dengan jujur, adil dan demokratis, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten menggelar sosialisasi pengawasan kepada masyarakat suku adat Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kegiatan sosialisasi digelar selama dua hari yakni, Sabtu sampai dengan Minggu (24-25 Februari 2018). Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekretaris Jenderal (Sekjen Bawaslu RI) Gunawan Soswantoro, Pimpinan dan sekretariat Bawaslu Provinsi Banten, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Panwaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudih mengatakan, digelarnya sosialisasi pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu tersebut bertujuan, untuk memastikan bahwa peraturan yang berkaitan dengan pemilu itu sudah sampai ke masyarakat, termasuk masyarakat pedalaman.
“Kami memilih Baduy karena dari pemilu ke pemilu, masyarakat badui ini menjadi perhatian penyelenggara baik oleh tingkat Kabupaten dan Provinsi maupun Nasional,” kata Didih disela-sela kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Baduy, Minggu (25/2).
Menurut Didih, masyarakat suku adat Baduy sebagai bagian dari pada masyarakat adat yang paling dekat dengan ibu kota dibandingkan suku-suku adat lainya. Pihaknya, ingin menekankan peraturan terkait dengan pengawasan dan keadilan pemilu. Pihaknya juga mengingatkan warga agar menghindari politik uang.
“Bahwa dasar kita memilih itu bukan karena uang. Kita ingatkan juga agar tidak saling membenci antar dukungan karena perbedaan pilihan, dan selanjutnya bahwa pemilu dilakukan secara langsung umum bebas dan rahasia tidak diwakilkan walaupun kepada kepala adat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Bawaslu RI Gunawan Soswantoro mengatakan, pihaknya mengajak seluruh warga masyarakat, khususnya masyarakat suku adat Baduy untuk ikut mengawasi jalannya pemilu, baik Pilkada tahun 2018 maupun pemiku Legislatif dan Pilpres tahun 2019 mendatang, sehingga pemilu itu bisa berjalan dengan jujur, adil, dan demokratis.
“Masyarakat adat menjadi perhatian kita, mengingat suku Baduy ini merupakan calon pemilih dalam Pilkada Lebak dan juga pemilu nasional tahun 2019. Sehingga mereka perlu kita ajak untuk mensukseskan pemilu, mengingat masyaraka suku Baduy sudah sering ikut serta dalam meningkatkan kualitas demokrasi khususnya di Lebak dan di indonesia secara keseluruhan,” ujarnya. (Deni).


































