Pembangunan Jembatan di Rangkasbitung Timur Gunakan Dana Bantuan BNPB

Para pekerja sedang menuntaskan pembangunan jembatan di Rangkasbitung Timur. (Foto/Deni Sopandi)

LEBAK – Jembatan Balida yang menghubungkan Desa Rangkasbitung Timur dan Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, dibangun dengan anggaran bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pembangunan jembatan yang ambruk pada awal 2016 lalu tersebut dilaksanakan sejak awal September 2017 dan diproyeksikan selesai pada awal Desember 2017.

Baca juga:
ASN di Lebak Dilarang Gunakan LPG Bersubsidi
Kejahatan Seksual Terhadap Anak Terus Meningkat

Wakil Ketua DPRD Lebak yang juga tokoh masyarakat Rangkasbitung Timur HM Yogi Rochmat mengatakan, Jembatan Balida ambruk pada satu setengah tahun lalu. Saat itu, Bupati memerintahkan dinas terkait untuk segera membangun kembali jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Rangkasbitung ini. Namun, karena anggaran di APBD terbatas, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan pembangunan jembatan kepada BNPB.

Persoalan Ekonomi Jadi Pemicu Gangguan Jiwa di Lebak

“Jembatan tersebut ambruk setelah diterjang banjir. Karenanya, anggaran penanganan jembatan dialokasikan menggunakan anggaran kebencanaan dari BNPB,” kata Yogi kepada Orbit Banten di lokasi pembangunan jembatan, Jumat (24/11).

Jembatan tersebut, kata Yogi, dinantikan masyarakat Rangkasbitung Timur, Sabagi, dan Sangiang Tanjung. Tiap hari, anak-anak sekolah melintasi jembatan yang melintas di atas anak Sungai Ciberang itu. Oleh karena itu, Yogi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mengupayakan pembangunan jembatan permanen.

“Panjang bentang jembatan 20 meter dan lebar 5 meter. Sekarang pembangunan jembatan sudah mencapai 80 persen dan dalam waktu dekat akan tuntas, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” terangnya.

Kepala Desa Rangkasbitung Timur Eneng Nurcahyati mengapresiasi, program pembangunan jembatan permanen di Rangkasbitung Timur. Sejak ambruk awal 2016 lalu, masyarakat berulang kali menyampaikan aspirasi mengenai jembatan tersebut. Karena, jembatan darurat yang dibuat warga kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

“Masyarakat antusias melihat progres pembangunan jembatan. Sebentar lagi, mereka akan punya jembatan permanen yang kokoh dan bisa dilalui mobil,” terangnya.(Deni Sopandi)