
LEBAK,- Sebanyak 150 siswa sekolah tingkat pertama (SMP) di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, terpaksa menumpang pelaksanaan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal itu menyusul terbatasnya fasilitas komputer yang mereka miliki, Senin (4/2/2019).
Kondisi tersebut seperti yang terlihat di SMPN 4 Maja dan SMPN 6 Maja, Kabupaten Lebak. Sekolah tersebut terpaksa memboyong seluruh siswa kelas sembilannya untuk mengikuti simulasi UNBK di SMK PGRI Maja.
“Jumlah komputer di sekolah kami terbatas,” ujar Kepala Sekolah SMPN 4 Maja, Suhermanto kepada Orbit Banten, Senin (4/2/2019).
Pihaknya berharap, pemerintah segera menyediakan laboratorium komputer untuk menujang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Mudah-mudahan tahun depan kami mendapat fasilitas komputer, agar saat pelaksanaan UNBK tidak menumpang ke sekolah lain,” harapnya.
Sementara itu Kepala SMK PGRI Maja, Mas’ud mengatakan, ada 150 siswa yang menumpang pelaksanaan simulasi UNBK di SMK PGRI Maja, diantaranya 96 siswa dari SMPN 4 Maja dan 54 siswa dari SMPN 6 Maja.
“Untuk mengakomodasi 150 peserta simulasi, kita menyediakan dua ruang kelas dengan lebih dari 100 unit komputer. Simulasi mengerjakan mata ujian ini didesain mirip dengan UNBK sesungguhnya,” terang Mas’ud.
Ia mengaku bersyukur, lantaran fasilitas komputer di SMK PGRI Maja cukup memadai. Sehingga dapat membantu sekolah-sekolah lain yang belum memiliki fasilitas tersebut.
“Selama menumpang simulasi hingga pelaksanaan UNBK pada bulan April mendatang, kami sudah menjalin kerjasama dengan sekolah yang tidak memiliki fasilitas komputer,” tukasnya. (Deni).





































