
LEBAK – Seorang tenaga medis di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung positif terinfeksi virus corona. Informasi tersebut disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Firman Rachmatullah saat menggelar konferensi pers di aula Dinas Kesehatan Lebak pada Selasa (14/4).
“Jadi, kita baru menerima informasi tersebut. Walaupun, informasi dalam bentuk tulisan belum ada,” kata Firman Rachmatullah kepada wartawan.
Dijelaskannya, tenaga medis yang berprofesi sebagai dokter tersebut diduga terpapar virus corona dari keluarganya di Jakarta. Apalagi, secara berkala dokter tersebut pulang menggunakan KRL commuter line. Saat di Jakarta, dia merawat orangtuanya yang positif corona.
“Jadi, hasil tracing yang dilakukan, dokter ini diduga terpapar dari keluarganya di Jakarta,” terangnya.
Untuk memastikan tidak ada tenaga medis dan pasien yang terpapar corona virus, Dinkes bersama manajemen rumah sakit telah melakukan pendataan terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan dokter tersebut. Walaupun hasil rapid test terhadap dokter ini non reaktif atau negatif. Tapi hasil tes SWAB reaktif atau positif corona.
“Tingkat akurasi rapid test hanya 30 persen. Tapi kalau SWAB test akurasinya cukup baik. Kondisi dokter yang dirawat di RSUD Banten sendiri stabil,” ungkapnya.(*/Red).



































