Wow, Endapan Lumpur Situ Cicinta Capai Dua Meter

Endapan lumpur di Situ Cicinta, Kecamatan Maja, capai dua meter lebih

LEBAK – Lumpur Situ Cicinta di Desa Maja, Kecamatan Maja, kini mencapai dua meter lebih. Kondisi tersebut membuat areal bendungan tidak bisa menampung cadangan air yang memadai, sehingga ketika musim kemarau datang air akan cepat surut dan distribusi air ke saluran irigasi terganggu.

Baca:
Bandar Sabu Dibekuk Satresnarkoba Polres Lebak

Kepala Desa Maja Ma’mun Tobari mengatakan, Situ Cicinta kondisinya cukup memprihatinkan. Areal bendungan tersebut tertutup endapan lumpur, sehingga daya tampung air berkurang. Untuk itu, masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten melakukan pengerukan lumpur di lokasi bendungan Cicinta.

“Kalau usulan pengerukan, sudah kami sampaikan beberapa kali kepada Dinas PUPR Banten. Tapi, aspirasi masyarakat tidak direspons pemerintah, buktinya sampai sekarang pengerukan lumpur enggak pernah direalisasikan,” ungkap Ma’mun Tobari di kantornya, Kamis (16/11).

Air dari Situ Cicinta, katanya, dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi lahan pertanian di Kecamatan Maja dan Kopo, Kabupaten Serang. Lahan pesawahan yang mendapat pasokan air dari Situ Cicinta cukup luas, yakni mencapai ratusan hektare. Sejak beberapa tahun terakhir, distribusi air ke saluran irigasi tidak lancar, karena cadangan air di dalam situ tidak optimal.

“Saya enggak tahu, kapan pengerukan direalisasikan. Yang jelas, masyarakat menunggu aksi nyata dari pemerintah untuk menangani masalah tersebut,” tuturnya.

Warga Maja, Suryana, mengatakan, pengerukan lumpur bendungan Cicinta sudah lama tidak dilakukan. Wajar jika kemudian endapan lumpur menumpuk sampai dua meter lebih. Pada musim kemarau atau ketika debit air menyusut, areal Situ Cicinta berubah menjadi daratan sehingga dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam.

“Pengerukan lumpur wajib dilakukan, jika tidak tahun ini maka pemerintah harus melakukannya tahun depan,” tegasnya.(Ali)