Penuhi Syarat, Ribuan Pelamar Bakal Perebutkan 419 Formasi CASN di Lebak

Tim panitia seleksi CPNS 2018 sedang melakukan verifikasi berkas penerimaan CPNS di kantor BKPP Kabupaten Lebak. (Foto/Dok.)

LEBAK,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018. Sebanyak 5.433 CASN dinyatakan memenuhi syarat (MS), sehingga berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Berdasarkan surat dari Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Lebak nomor : 8000/2.105-BKPP/2018 perihal pengumuman kelulusan seleksi administrasi CASN 2018 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak. Dari 6.523 pelamar, sebanyak 5.433 orang dinyatakan memenuhi syarat, sedangkan 1.090 orang pelamar tidak memenuhi syarat.

Pengumuman lolos tidaknya pelamar CPNS 2018 bisa melakukan pengecekan dengan login kembali di sccn.bkn.go.id. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi dapat melanjutkan tahap selanjutnya, yaitu registrasi ulang dan mencetak kartu tanda peserta dengan cara mengunduh dari wibsite http/sscn.bkn.go.id.

Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Lebak, Fuad Lutfi mengatakan, kegagalan dalam verifikasi administrasi disebabkan oleh beberapa hal.

Antara lain ijazah yang digunakan pelamar untuk mendaftar tidak asli, transkrip nilai juga tidak asli, aktifikasi tidak sesuai dengan tanggal kelulusan, dokumen yang di-upload tidak lengkap, dan data yang di-upload tidak terbaca.

“Proses verifikasi administrasi pelamar CPNS sudah tuntas. Hasilnya, sebanyak 5.433 pelamar telah memenuhi syarat sementara 1.090 pelamar tidak memenuhi syarat,” kata Fuad.

Kabupaten Lebak, kata Lutfi, formasi CPNS 2018 yang ditawarkan sebanyak 419 formasi. Sebagaimana data yang sudah dirilis, pelamar yang lolos seleksi administrasi sebanyak 5.433 orang.Mereka akan bersaing satu sama lain untuk bisa mengisi 419 formasi yang ada di lingkungan Pemkab Lebak.

“Formasi yang paling banyak diminati pelamar yakni, tenaga guru sebanyak 3.832 orang, tenaga kesehatan 899 orang, dan tenaga teknis 604 orang. Sedangkan formasi yang tidak diminati yakni untuk tenaga disabilitas,” tandasny. (Deni).