
LEBAK,- Sedikitnya seratus warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Lebak Bersatu (Ampel Satu) mengancam akan berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak terkait kondisi pasar tradisional Rangkasbitung yang terlihat kumuh dan overload.
Ketua Ampel Satu Achmad Syarif menilai, pengelolaan pasar tradisional Rangkasbitung tidak profesional dan terkesan asal-asalan. Sehingga menyebabkan pasar ini terlihat kumuh dan kotor karena tidak ditata dengan baik.
“Kami minta Pemkab Lebak segera membenahinya. Karena, selain kumuh di pasar Rangkasbitung ini juga sudah overload (melebihi kapasitas,-red),” kata ketua Ampel Satu Achmad Syarif kepada Orbit Banten, Sabtu (13/10/2018).
Baca juga :
Bawa Peralatan Dapur, Ratusan Emak-emak Datangi Lokasi Proyek Jalan Tol Serang-Panimbang
Syarif menilai, pengelola pasar dalam hal ini Disperindag Lebak harus bertanggung jawab. Pasalnya, kondisi ini banyak dikeluhkan, baik oleh pedagang pasar maupun para pengunjung lantaran pengelolaanya tidak baik, sehingga mengakibatkan kondisi pasar menjadi kumuh dan memprihatinkan.
Pihaknya juga meminta, Bupati Lebak segera melakukan evaluasi kinerja Disperindag, terutama terkait pengelolaan pasar Ramgkasbitung. Pemkab Lebak juga harus menyiapkan lahan pasar yang baru dan fasilitas yang memadai untuk menghindari overload, serta berlakukan e-retribusi untuk meminimalisir kebocoran pemasukan dari sektor retrebusi pasar dan kebersihan.
“Jika hal ini tidak diindahkan, kami dari masyarakat Ampel Satu akan terus menyampaikan aspirasi ini melalui berbagai kegiatan aksi hingga tuntutan ini dipenuhi,” tegasnya.
Terkait, kapan rencana aksi itu dilaksanakan, pihaknya memastikan bahwa aksi unjuk rasa Ampel Satu ini akan digelar dalam waktu dekat. (Deni).


































