LEBAK – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Untuk itu, selama libur Nataru masyarakat diimbau untuk tetap di rumah dan tidak liburan keluar daerah.
Bupati Iti Octavia Jayabaya menyatakan, masyarakat dan ASN dilarang melakukan pawai, arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar, dan merayakan Nataru dengan pesta kembang api. Warga Lebak diharapkan tetap berada di rumah dan menjaga kesehatan selama perayaan libur Nataru. Apalagi, cuaca ekstrem berpotensi melanda berbagai daerah di Indonesia.
“Kita senantiasa mengimbau masyarakat untuk menerapkan 6 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan melakukan vaksinasi. Program terakhir kini gencar kita lakukan agar tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.
Perempuan berkacamata ini mengajak masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Karena, kebijakan ini untuk mencegah lonjakan kasus Covid setelah perayaan libur Nataru.
“Ini untuk kebaikan kita bersama. Saya minta, enggak ada yang bepergian keluar daerah selama libur Nataru,” harapnya.
Pemkab Lebak juga tidak meliburkan anak-anak sekolah selama perayaan Nataru. Mereka akan libur pada Januari nanti.
“Bulan ini, kita juga melaksanakan program vaksinasi. Targetnya, pada akhir Desember 2021 capaian vaksinasi Covid-19 bisa tercapai 70 persen,” tukasnya.(Deni)



































