Distanbun Lebak Kembangkan Jamur Tiram

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak.

RANGKASBITUNG – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak kembangkan budidaya jamur tiram, prospektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Kepala Distanbun Lebak, Dede Supriatna mengatakan, pihaknya akan terus membina kelompok tani yang mengembangkan budidaya jamur tiram. Menurutnya hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani.

“Ya, saat ini usaha budi daya jamur tiram cukup pesat, karena setiap hari perajin budi daya jamur tiram bisa menghasilkan pendapatan. Saat ini harga jamur tiram Rp10 ribu per kilogram,” ujarnya. (14/5).

Dikatakannya, saat ini produksi jamur tiram Kabupaten Lebak sudah merambah kesejumlah kota di Banten seperti Serang, Pandeglang, dan Tangerang. Namun produksi mereka, masih terbatas sehingga diharapkan bisa memasok permintaan Pasar Induk Tanah Tinggi,Tangerang.

“Saya kira kedepannha Lebak dapat dijadikan daerah sentra jamur tiram di Bantrn,” ucapnya.

Dijelaskan Dede, Saat ini pembudidaya jamur tiram berkembang di beberapa daerah diantaraya Kecamatan Kalanganyar, Cibadak, Gunungkencana, Curugbitung, Rangkasbitung, Sajra dan Banjarsari.

“Kami yakin usaha jamur tiram itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan,” katanya. (*)