GP Ansor Banten Gelar Istighosah Bersama WBP Rutan Rangkasbitung

Kepala Rutan Klas IIB Rangkasbitung Alyandra Harahap (Kiri) sedang berbincang dengan Ketua PW GP Ansor Provinsi Banten Ahmad Nuri, Ketua Banar Ansor Syahril Fauzi serta pengurus GP Ansor lainya setelah menggelar acara Istighosah, di ruang Kalapas Rutan Rangkasbitung, Selasa 24/4, (Foto/Deni).

LEBAK, – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Provinsi Banten menggelar istighosah bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lapangan serbaguna Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung, Selasa (24/4).

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Rutan Klas IIB Rangkasbitung Alyandra Harahap, Asda III Pemda Lebak Dedi Lukman, Plt Kapolsek Rabgkasbitung Iptu Malik Abraham, Abuya Muhtadi, Ketua PW GP Ansor Provinsi Banten Muhamad Nuri, Ketua Banar Ansor Syahril Fauzi, Ketua PC GP Ansor Lebak Ade Bujairimi, tokoh pemuda dan alim ulama di Kabupaten Lebak.

Ketua PW GP Ansor Provinsi Banten Ahmad Nuri mengatakan, kegiatan istighosah dan pengajian bersama WBP Rutan Klas IIB Rangkasbitung ini merupakan implementasi dari kerjasama (MoU) antara GP Ansor dengan kementrian Hukum dan HAM dalam upaya memerangi peeedaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar GP Ansor untuk meningkatkan spiritualitas para WBP yang berada di Rutan,” kata Ahmad Nuri kepada Orbit Banten, Selasa (24/4).

Peningkatan spiritualitas terhadap WBP ini kata Ahmad Nuri, selain dilakukan dengan cara Mujahadah (melalui hatinya), juga melalui pemberian motivasi dan semangat kepada WBP.
Menurutnya, mereka (warga binaan pemasyarakatan,-red) yang saat ini tinggal di Rutan ini memiliki hak yang sama seperti warga lainya.

“Melalui istighosah ini, kita dapat berkumpul bersama masyarakat termasuk WBP. Kegiatan ini akan digelar secara rutin di lapas-lapas yang ada di Provinsi Banten, agar pada saat WBP ini selesai menjalani masa tahananya mereka memiliki spiritualitas dan mental yang baik sehingga dapat diterima dilingkungan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahmad Nuri mengatakan, keberadaan WBP didalam Rutan ini merupakan resiko dan konsekuensi atas apa yang pernah dilakukan mereka sebelumnya. Namun demikian, mereka tidak perlu berkecil hati karena asal ada kemauan untuk merubah sikap ke arah yang lebih baik.

“Setelah keluar dari Rutan, kami akan menyambut mereka, dan Ansor akan menjadi wadah pembinaan khususnya yang berkaitan dengan pengguna narkoba. Mudah-mudahan ketika dia pulang ke masyarakat, ketakwaan dan kebaikanya meningkat dan bermanfaat bagi orang lain yang ada di sekitar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas IIB Rangkasbitung Alyandra Harahap mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh GP Ansor. Ini merupakan bentuk kepedulian Ansor terhadap masa depan WBP dan sekaligus membekali WBP baik mental maupun spiritualnya pada saat mereka sudah keluar dari Rutan.

“Kegiatan ini merupakan kali keempat yang dilakukan Ansor di Rutan Rangkasbitung. Saya berharap, meski kegiatan ini dikhususkan bagi WBP kasus narkoba. Tapi substansinya semua warga binaan itu tersentuh, sehingga ketakwaan dan kebaikannya meningkat dan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. (Deni).