LEBAK – Pembongkaran puluhan kios di Jalan Stasiun Rangkasbitung berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lebak. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Lebak kehilangan PAD sebesar Rp7 juta lebih per bulan atau Rp84 juta per tahun.
Baca juga:
Lebak Ditetapkan Sebagai Kota Layak Anak
Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat mengatakan, potensi PAD yang hilang bersumber dari jasa retribusi pedagang di Pasar Rangkasbitung yang berada di Jalan Stasiun Rangkasbitung. Kios di sana dibongkar, karena berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia.
“Kita kehilangan PAD yang lumayan besar dari para pedagang di Pasar Rangkasbitung. Karena itu, kita akan gali potensi dari sektor yang lain, sehingga potensi PAD yang hilang bisa tertutupi,” kata Dedi kepada wartawan Orbit Banten, Jumat (17/11).
Dia menambahkan, target PAD Lebak tahun 2017 sebesar Rp 3,2 miliar. Sampai dengan hari ini sudah masuk sebesar 80 persen. Dia optimistis, target penerimaan PAD dapat tercapai 100 persen.
“Kalau saja pasar tak dibongkar mungkin sudah di atas 80 persen. Tapi itu tadi tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu semua masuk,” jelasnya.
Terkait pedagang, pihaknya sedang mengupayakan untuk menyediakan tempat relokasi baru. Tujuannya membantu menyediakan tempat bagi pedagang yang tergusur, karena akan dilakukan revitalisasi kereta api ke wilayah Lebak.
“Semoga, tahun depan ada solusi bagi pedagang yang kehilangan tempat berjualan,” tukasnya.(Alvin)






































