Pemda Lebak Gelar Baduy Festival Tahun 2017

Makan bersama saat event Baduy Festival di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Rabu 20/12 (Foto/istimewa).

LEBAK – Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak menggelar event Baduy Festival tahun 2017 di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Event tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (20-21) Desember 2017.

Event festival Baduy tahun 2017 ini selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Setda) Lebak Dede Jaelani beserta jajaran Forkopimda, Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten, juga para pelaku pariwisata.

Baca juga :
Event Akhir Tahun Dongkrak Kunjungan Wisman Ke Lebak
Iti Octavia Jayabaya Terima Penghargaan 10 Bupati Inovatif 2017
Curug Sewu, Pesona Air Terjun yang Tersembunyi di Lebak Selatan

Festival Baduy Tahun 2017 merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Lebak yang ke 189 tahun. Selain, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa dalam membangun Kabupaten Lebak, juga merupakan salah satu event untuk mempromosikan potensi wisata budaya, adat istiadat kearifan lokal, dan juga promosi produk hasil kerajinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy.

“Kabupaten Lebak memiliki warisan budaya yang sudah melegenda yaitu kearifan lokal masyarakat suku Baduy. Tatanan masyarakat suku Baduy inilah yang menjadikan keunikan tersendiri di jaman moderen sekarang ini yang tidak terpengaruh oleh budaya luar,” kata Sekretaris Daerah (Setda) Lebak Dede Jaelani saat membuka Festival Baduy, Rabu (20/12).

Menurutnya, masyarakat suku Baduy tetap memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhurnya hingga saat ini. Salah satu prinsipnya adalah “Gunung Teu Meunang di Lebur, Lebak Teu Meunang di Rusak” (Gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dihancurkan). Prinsip ini merupakan komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam.

“Hal ini wajib menjadi rujukan dan pembelajaran bagi semua pihak dalam menata, mengatur dan menginplementasikan tata kelola sumber daya alam, agar mampu memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dede Jaelani

Lebih lanjut Setda Lebak menjelaskan, bahwa sektor pariwisata sedang menjadi tumpuan besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tingkat Nasional, tidak terkecuali di Provinsi Banten kususnya Kabupaten Lebak yang menjadi salah satu Kabupaten unggulan pariwisata di Banten melalui 7 wonder of Banten. Dua diantaranya adalah destinasi wisata pantai Sawarna dan wisata Baduy.

“Potensi wisata lainya akan kita dorong untuk mendukung sektor pariwisata. Baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata buatan dan wisata religi. Dengan jumlah obyek daya tarik wisata (ODTW) yang telah ditetapkan sebanyak 23 destinasi wisata, dan hal ini akan bertambah seiring dengan adanya objek wisata baru yang telah di launcing yaitu destinasi pantai Seupang di Sawarna Timur, Kecamatan Bayah,” ungkapnya.

Kabupaten Lebak memiliki karakteristik yang unik dengan sejuta potensi kekayaan alam dan kultur budaya.

“Semua itu dapat kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Lebak,” pungkasnya. (Deni).