
LEBAK – Guna memastikan sistem pelayanan berjalan baik dan optimal, Penjabat (Pj) Bupati Lebak Ino S Rawita melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo pada Jum’at (16/3).
Pj Bupati didampingi Direktur RSUD Adjlidarmo berkeliling meninjau sejumlah ruangan didalam rumah sakit untuk memastikan pasien mendapat pelayananbyang baik dari petugas medis.
“Saya ingin cek secara langsung kondisi rumah sakit. Karena terkadang ada rumah sakit yang pasiennya terlantar. Alhamdulillah di rumah sakit ini pelayanannya sudah bagus, semua pasien dilayani dengan baik,” kata Ino S Rawita disela-sela kegiatan sidak di RSUD Adjidarmo, Jumat (16/3).
Menurut Ino, pelayanan di rumah sakit berjalan normal, lingkungan juga bersih. Pihaknya juga tidak mendapati keluhan dari masyarakat.
“Kesimpulan dari sidak tadi yaitu pelayanan pada rumah sakit ini sudah berjalan sengan baik, dengan tidak adanya pungutan apapun terhadap pasien yang rata-rata menggunakan kartu BPJS untuk berobat disini,” ujarnya.
Ino mengatakan dengan membludaknya pasien yang berasal dari berbagai daerah, tentunya fasilitas maupun infrastruktur di RSUD Adjidarmo juga harus dikembangkan lagi, sehingga dapat memberikan kenyamanan terhadap pasien yang berobat di rumah sakit tersebut.
“Karena rumah sakit ini merupakan satu satunya rumah sakit milik negara di Kabupaten Lebak, dengan dipenuhi pasien yang berasal dari berbagai daerah. Tentunya fasilitas disini harus kita kembangkan lagi sesuai dengan anggaran yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Adjidarmo Areif Rahmatullah, menjelaskan pelayanan di RSUD Adjidarmo dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Dikatakan Arief, RSUD Adjidarmo memiliki fasilitas yang memadai dengan 386 tempat tidur, sehingga dapat memenuhi kapasitas pasien yang ada pada waktu tertentu.
“Dengan jumlah pasien yang terus berdatangan yang berasal dari berbagai daerah, sehingga menyebabkan pihak RSUD mengalami kewalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya para pasien,” katanya.
Pihaknya telah mengusulkan perluasan pada UGD rumah sakit Adjidarmo kepada pemerintah. Namun dikarenakan tidak adanya lahan, sehingga untuk sekarang pihak RSUD hanya bisa memaksimalkan ruangan yang ada.
“Dengan keterbatasan ruangan dan jumlah pasien yang membludak membuat pihak RSUD kesulitan. Seperti size yang 1 meter untuk setiap pasiennya, kami optimalkan lagi menjadi setengah meter dengan berbagai macam alat yang kita gunakan, yang terpenting pasien dapat terlayani terlebih dahulu,” ungkapnya. (Yusup).


































