
LEBAK – Sejumlah sopir Angkutan Kota (Angkot) jurusan Mandala secara sukarela menambal sejumlah titik jalan yang rusak dan berlubang di jalan Sukarno – Hatta, By Pass Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (3/01).
Suparman (40) salah seorang sopir angkot jurusan Mandala – Kalijaga saat ditemui Orbit Banten di lokasi mengatakan, dirinya bersama sopir lainnya sengaja memperbaiki jalan tersebut karena merasa prihatin melihat kondisi jalan yang sudah berlubang tersebut.
“Saya prihatin melihat kondisi jalan yang rusak parah ini. Kondisi seperti ini dapat membahayakan pengguna jalan,” kata Suparman kepada Orbit Banten, Selasa (30/01).
Baca juga :
Jalan Soekarno Hatta Rangkasbitung Rusak Parah
Suparman mengatakan, perbaikan ini merupakan inisiatif para sopir angkot dengan cara swadaya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengÂhindari mobil cepat rusak.
“Kami melakukan penambalan dengan material bebatuan yang dikumpulkan dari pinggir jalan, untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas saat melintasi jalur ini,” ujarnya.
Selain di Kampung Pasir Jati, kerusakan jalan juga tampak tepat diatas jembatan Ciujung By Pass. Kerusakan tersebut membuat para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut. Pasalnya, tidak sedikit pengendara terjerembab dan merusak bagian depan atau belakang kendaraan tersangkut.
“Bagian bemper, sokbreker kendaraan saya sampe rusak karena terjerembab kena lubang. Ya terpaksa harus keluar biaya lagi buat ngebenerinnya. Sedangkan penghasilan engga nentu,” tutur Jufri yang mengaku setiap hari melewati jalur tersebut.
Sementara itu, salah seorang pengendara roda dua Fahmi mengaku, sangat terganggu dengan kondisi jalan di jembatan Salahaur (By Pass) tersebut. Katanya, jalan yang berlubang itu berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengendara.
“Ini sangat membayahakan. Lihat saja lubangnya banyak sekali, dalam-dalam lagi. Ini kan dapat membahayakan para pengendara. Jika terjadi kecelakaan pasti akan sangat fatal. Bahkan bisa saja pengendara terpental ke sungai. Kami berharap, pihak pemerintah dapat segera memperbaikinya,” katanya.
Fahmi menambahkan untuk menghindari lubang, dirinya terpaksa melintas di atas trotoar jembatan tersebut.
“Kadang ada juga mobil, terutama mobil truk yang terjebak di lubang sehingga menyebabkan kemacetan di atas jembatan,” tandasnya. (Yusuf).


































