LEBAK- Anggota perlindungan masyarakat (Linmas) di Kecamatan Maja mengaku belum pernah mendapat pelatihan simulasi penanganan bencana kebakaran. Padahal kegiatan penanganan kebencanaan sangat penting untuk meminimalisasi kerugian yang diakibatkan bencana kebakaran.
Baca juga:
Miris, Siswa SD Negeri Tujuh Tahun Numpang Belajar di Madrasah
Anggaran MTQ Dituding Tidak Rasional
Salah seorang anggota Linmas di Desa Cilangkap, Kecamatan Maja Ahyar Suhardi mengatakan, selama menjadi petugas Linmas di desanya belum pernah mendapat pelatihan simulasi penanganan bencana kebakaran. Padahal, kantor Desa Cilangkap sudah dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR). Namun, Ahyar mengaku tidak bisa menggunakan benda tersebut.
“Sampai saat ini, kami selaku Linmas desa belum mendapat pelatihan penanganan kebakaran. Padahal di kantor desa sudah ada alat pemadam kebakaran. Tapi itu juga belum diajarkan bagaimana cara menggunakannya,” kata Ahyar kepada Orbit Banten, Rabu (22/11).
Sejatinya, kata Ahyar, simulasi penanggulangan bencana kebakaran sangat berguna bagi anggota Linmas. Dia dan anggota Linmas lain di Maja dituntut untuk bekerja profesional dan mampu memanfaatkan peralatan kebencanaan. Sehingga jika terjadi bencana kebakaran, anggota Linmas bisa membantu masyarakat yang dilanda musibah kebakaran atau bencana alam lainnya.
“Saya berharap ada pelatihan dari dinas terkait, khususnya penanganan awal kebencanaan termasuk penanganan awal kebakaran,” harapnya.
Senada diungkapkan anggota Linmas Desa Binong, Kecamatan Maja, Sapin. Dia mengatakan, pelatihan penanggulangan bencana kebakaran sangat penting bagi para petugas Linmas. Tujuannya, supaya mereka paham tentang teknik dasar penanganan bencana dan juga memberikan pertolongan pertama bagi korban kebakaran.
“Simulasi ini sangat penting bagi petugas Linmas di desa, mengingat bencana kebakaran kerap terjadi di wilayah Lebak,” pungkasnya.(Deni Sopandi)



































