Tingkatkan Ketakwaan Siswa, SMA Negeri 1 Rangkasbitung Gelar Pengajian Rutin

LEBAK,- Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Rangkasbitung (SMANSA), Kabupaten Lebak setiap Jumat pagi menggelar pengajian rutin yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMANSA, mulai dari peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan serta dunia usaha yang ada di SMANSA.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan implementasi Pendidikan Karakter,” kata kepala sekolah SMANSA Rangkasbitung, Iva Havidania kepada Orbit Banten, Jumat (22/3/2019).

Pada kesempatan kali ini, kata Iva, tidak hanya pengajian rutin hari Jumat, tapi disekolah berwawasan religius ini juga memiliki program unggulan serupa yaitu G15M (Gerakan limabelas menit Mengaji) untuk meningkatkan iman dan taqwa serta penguatan karakter siswa.

Baca juga :
SMAN 1 Rangkasbitung Juara Jetrada 2019

“G15M ini dilaksankan sebelum kegiatan belajar berlangsung yang diikuti oleh semua komponen SMANSA. Mereka wajib mengikuti pengajian, membaca Al-Qur’an dan mengumpulkan ayat setiap hari. Serta khatam Quran bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Iva, di SMANSA juga tersedia Pojok Saung Berbagi. Menurutnya, Pojok Saung tersebut merupakan tempat khusus untuk Ngumpul dalam upaya mewujudkan rasa kebersamaan melalui program sekolah yang diberi nama Gerakan SMANSA Berbagi (GSB).

“Di pojok itu disiapkan tempat untuk menyimpan makanan dan minuman, dari dan untuk dinikmati oleh siapa saja yang mau memberi dan menerima dengan lkhlas,” terang Iva.

Sementara itu, Kepala KCD Lebak, Propinsi Banten, Sirojudin didampingi Kasubag TU, Gugum, dan Pengawas Bina SMA, Suwandi, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh SMANSA Rangkasbitung.

Kegiatan tersebut, kata Sirojudin, diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa. Sehingga para siswa selain memiliki kepintaran secara akademik juga memiliki akhlak yang mulia.

“Semoga kegiatan pengajian rutin ini bisa menjadikan para peserta didik lebih mengerti dan memahami kajian-kajian keislaman. Dengan demikian akhlak para peserta didik juga akan lebih santun dan lebih religi,” tukasnya. (Deni).