
LEBAK,- Sukayah (42) warga Kampung Tanjung Girang RT 003/004 desa Tanjungsari, kecamatan Maja, kabupaten Lebak, provinsi Banten saat ini terbaring lemas di ruang Puskesmas Kecamatan Maja tengah bercokol melawan penyakit yang dideranya.
Ibu tiga orang anak ini menderita tumor ganas pada bagian leher sebelah kiri. Menurut Sukayah, tumor yang dideritanya itu bermula tumbuh benjolan kecil warna merah disekitar leher, sekitar lima bulan lalu. Namun, empat bulan kemudian benjolan itu semakin membesar dan tambah parah.
“Awalnya tumbuh benjolan kecil berwarna merah dileher kiri saya, kira-kira lima bulan yang lalu. Kemudian empat bulan kesini malah tambah besar,” keluhnya.
Baca juga :
Korpri Lebak Melalui Yayasan Bulan Bantu Pengobatan Penderita Kanker dan Leukimia
Ia mengaku, sudah berobat ke Rumah Sakit Cipto di Jakarta, namun tidak ada perubahan, dan terkendala oleh masalah biaya. Â
“Udah berobat ke rumah sakit Cipto tapi gak ada perubahan. Selain itu masalah biaya juga jadi kendala karena suami saya tidak bisa lagi berjualan semenjak saya sakit,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) Maja, Sri Nurahmawati mengatakan, pihaknya bersama pemerintah desa setempat sudah melakukan pendampingan terhadap Sukayah.
Baca juga :
Penggiat Sosial Rangkasbitung Gelar Penggalangan Dana Untuk Penderita Lupus
Saat ini, kata Sri, Sukayah dirawat di Puskesmas Maja. Selain karena faktor biaya, selama pengobatan di RS Cipto tidak ada perubahan
“Saya bersama pihak desa terus melakukan pendampingan. Kita berharap, tumor yang diderita Sukayah segera dapat terobati. Karena sudah beberapa kali ke RS Cipto tapi tidak ada perkembangan, bahkan tumornya tambah parah,” kata Sri.
Senada diungkapkan, Neni Hendriani, Staf Desa Tanjungsari, pihaknya merasa prihatin atas kondisi yang diderita warganya tersebut. Menurut Neni, saat ini suami Sukayah berhenti berjualan untuk mendampingi istrinya selama masa pengobatan.
“Saat ini untuk biaya pengobatan hanya mengandalkan BPJS Kesehataan. Ditambah untuk biaya hidup selama perawatan tidak terbayangkan, dari mana mereka harus mencarinya, sedangkan pasien tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Semoga saja ada donatur yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban keluarga Sukayah,” tukasnya. (Ali/Deni).


































