20 Tahun, Jalan Kerta – Pasir Buntu Tidak Tersentuh Pembangunan

Kendaraan roda empat melintas di Jalan Kertaraharja - Pasir Buntu yang rusak parah

LEBAK – Ruas Jalan Kerta – Pasir Buntu di Kecamatan Banjarsari kondisinya cukup memprihatinkan. Sudah 20 tahun, jalan yang menghubungkan wilayah Lebak dengan Kabupaten Pandeglang tersebut tidak pernah diperbaiki, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan ketika musim penghujan.

Baca:
Terlibat Politik Praktis, ASN di Lebak Terancam Dipecat

Tiap hari, masyarakat menggunakan jalan tersebut untuk aktivitas ekonomi, sekolah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Kondisi jalan yang hancur sepanjang lima kilometer lebih membuat aktivitas masyarakat terganggu. Bahkan, kendaraan roda empat sering patah as ketika melintasi jalan yang rusak tersebut.

Sekretaris Desa Kertaraharja Aan Setiawan mengungkap, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan penghubung lintas kabupaten tersebut. Namun, aspirasi yang disampaikan melalui pemerintah kecamatan dan anggota dewan tidak direspons Pemkab Lebak. Akibatnya, sampai sekarang jalan tetap rusak.

“Masyarakat pernah meminta pemerintah desa mengalokasikan anggaran dari apbdes. Tapi, kami bilang enggak bisa, karena jalan tersebut merupakan kewenangan dari Pemkab Lebak,” ujar Aan kepada Orbit Banten, Kamis (16/11).

Menurutnya, sudah lebih dari 15 atau 20 tahun jalan tersebut tidak dibangun. Karenanya, kondisi jalan sudah tidak layak digunakan untuk aktivitas perekonomian masyarakat.

“Harapannya, tahun depan jalan kabupaten tersebut dibangun. Kasihan masyarakat di sini, enggak merasakan hasil pembangunan,” ungkapnya.

Anggota DPRD Lebak asal Kecamatan Banjarsari Yayan Ridwan membenarkan, ruas jalan dari Kertaraharja ke Pasir Buntu rusak parah. Dia sudah lama tidak melintasi jalan tersebut, karena jalannya sulit dilalui kendaraan roda empat.

“Kami sudah sampaikan usulan perbaikan jalan, tapi belum direspons,” pungkasnya.(Deni Sopandi)