Aktivis Mahasiswa Harus Proaktif Sukseskan Pilkada Lebak 2018

Komisioner KPU Lebak, Ace Sumirsa Ali saat menyampaikan materi sosialisasi Pilkada Lebak yang dilaksanakan di gedung Bangkit, Rangkasbitung, Rabu 13/12 (Foto/Deni).

LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak menggelar sosialisasi Pilkada 2018 kepada pemilih pemula dan pemilih muda. Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan, yakni Imala dan Kumala di gedung Bangkit, Rangkasbitung, Rabu (13/12).

Mahasiswa adalah salah satu elemen penting dalam sistem demokrasi di Indonesia. Mereka merupakan garda terdepan, selain tajam dalam  menyampaikan berbagai kritik, mahasiswa juga memiliki pengetahuan dasar tentang teori sistem demokrasi. Maka dari itu, pihaknya menginginkan para mahasiswa cerdas dalam mengimplementasikan pemahaman sistem demokrasi tersebut dalam kegiatan pemilu nanti.

“Mahasiswa sangat tajam dalam kritik, namun masih jarang datang ke TPS,” kata Komisioner KPU Lebak, Ace Sumirsa Ali saat mengisi acara sosialisasi pemilu, Rabu (13/12).

Baca juga :
Jalin Solidaritas Jurnalis, IWO Lebak Bentuk Kepengurusan2
Gudang Obat dan Jamu di Lebong Digerebek Polisi
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Tim KARS Akreditasi RSUD Adjidarmo Rangkasbitung
Kejari Lebak Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkoba

Dijelaskan Ace, mengacu pada tema Pilkada 2018 yakni Cerdas memilih Cerdas memimpin, KPU Lebak ingin menjadikan mahasiswa jadi pemilih yang cerdas, sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang cerdas pula.

“Mahasiswa sebagai pemuda yang tercerdaskan di bangku perkuliahan. Tentu saja sangat penting bagi kami, karena mereka jadi ujung tombak KPU dalam mensosialisasikan dan mencerdaskan pemilih,” terang Ace.

Menurutnya, issu yang paling krusial saat ini adalah bagaimana pemilu itu menarik bagi masyarakat. Hal itu, seiring dengan jumlah partisipasi pemilih yang terus menurun di beberapa tahun terakhir.

“Penyebab kenapa pemilu itu tidak menarik bagi masyarakat, ternyata pemilih itu belum sepenuhnya sadar mengenai makna demokrasi,” ungkapnya.

Jika masyarakat tidak peduli terhadap pemilu, berarti sama saja menyerahkan kedaulatan diri dipimpin oleh pilihan orang lain. Datang atau tidak datang ke TPS pemimpin itu tetap ada.

“Jangan salahkan jika pemimpin yang terpilih itu korup. Berbeda jika pimpinan itu hasil pilihan kita, tentu kita memiliki tanggung jawab moral terhadap pilihan kita sendiri. Saya minta, datanglah ke TPS, karena itu merupakan wujud kedaulatan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang aktivis Kumala Moh. Maad mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilalsanakan oleh KPU bersama para mahasiswa Lebak tersebut sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan dalam bidang kepemiluan, juga bisa menjadi momentum otokritik terhadap peranan mahasiswa itu sendiri.

“Semoga apa yang dilakukan KPU sesuai harapan kita bersama, yakni menjadi pemilih yang cerdas dan bisa mengahsilkan pemimpin yang cerdas pula. Sebagai mahasiswa, kami juga akan ikut mensosialisasikan Pilkada Lebak agar tingkat partisipasi pemilih dapat meningkat,” katanya. (Deni/Alvin).