Dampak Covid-19, Omzet PKL di Alun-alun Rangkasbitung Turun Drastis

Sejumlah pedagang di kawasan pujasera alun-alun Rangkasbitung terpaksa menutup daganganya lantaran sepi pengunjung. (Foto/Deni).

LEBAK,- Merebaknya virus corona atau covid-19 mulai berdampak pada sektor ekonomi. Dampak tersebut dirasakan para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di kawasan alun-alun Rangkasbitung. Akibatnya, omzet harian para PKL turun drastis hingga 80 persen.

Pantauan Orbit Banten, pada Minggu (29/3/2020) siang, kawasan seputar alun-alun Rangkasbitung saat libur akhir pekan yang biasanya ramai, kini tampak lengang. Sebagian pedagang di kawasan pujasera, alun-alun Rangkasbitung bahkan memilih tutup dan tidak berjualan lantaran sepi pembeli.

Sepinya pembeli, tak hanya terjadi pada pagi dan sore hari. Kondisi seperti ini juga terlihat pada malam hari.

Bowo, salah seorang pedagang di kawasan pujasera alun-alun Rangkasbitung mengatakan, sejak diberlakukanya imbauan agar warga tetap berada di rumah membuat omzet penjualannya menurun drastis hingga 80 persen.

“Pembeli sepi, pendapatan setiap hari juga turun sampai 80 persen,” kata Bowo kepada Orbit Banten, Minggu (29/3/2020).

Menurut Bowo, kondisi ini membuat sebagian pedagang terpaksa memilih tutup dan tidak berjualan.

“Lihat saja pedagang disini (pujasera) banyak yang pada tutup. Karena pengunjungnya gak ada,” katanya.

Para pedagang disini, kata pedagang lainya Tuti, tidak bisa berbuat banyak. Anjloknya omzet dan sepinya pengunjung baru kali ini terjadi. Pihaknya berharap, kondisi ini bisa segera pulih.

“Mudah-mudahan kondisi ini segera pulih, agar masyarakat bisa beraktifitas normal seperti sedia kala,” harapnya. (Deni).