LEBAK,- Rakil seorang pria paruh baya dan hidup sebatang kara di Kampung Sawah, Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Diusianya yang sudah mengijak 50 tahun ini dalam kondisi buta dan hidup sebatang kara tanpa ditemani istri maupun sanak saudara.
Saat ini, Rakil tidak bisa melakukan aktifitas sebagaimana orang normal pada umumnya. Hal ini terjadi, lantaran kedua matanya tidak kuat jika terkena sinar matahari akibat terkena serbuk beling (pecahan kaca,-red) saat bekerja di sebuah gudang beberapa tahun lalu. Kini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya hanya mengandalkan pemberian dari tetangga.
“Mata saya sudah tidak kuat kalau pergi keluar, mata ini sakit dan mengeluarkan air mata kalau melihat yang terang, kepala juga pusing, makanya sudah tidak bisa lagi untuk dibawa bekerja,” kata Rakil saat ditemui di kediamannya, Selasa (29/10/2019).
Dulu, sebelum sakit matanya parah, lanjut Rakil, ia masih bisa bekerja sebagai kuli bangunan. Tapi sekarang sudah tidak mampu melakukan aktifitas di luar rumah. Kini Rakil, tinggal sebatang kara dirumah kumuh tanpa sanak saudara sejak istrinya meninggal beberapa puluh tahun lalu. Sementara ke empat anaknya sudah bekeluarga dan tinggal diluar daerah.
“Dulu pernah berobat di Puskesmas Cipendeuy dan dirujuk ke rumah sakit Adjidarmo Rangkasbitung. Kata petugas rumah sakit harus berobat jalan seminggu sekali. Tapi saya sudah tidak punya biaya, bahkan untuk makan sehari-hari saja hanya mengandalkan pemberian tetangga,” terangnya. (Kus).






































