
LEBAK, – Organisasi Massa (Ormas) Jaringan Relawan Untuk Masyarakat (Jarum) mendeklarasikan gerakan masyarakat anti Hoax di Cafe Nice Coffee, kawasan Balong Ranca Lentah, Rangkasbitung, Jum’at (9/3).
Beredarnya berita hoax menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat sehingga dapat menimbulkan pertikaian antar individu maupun kelompok.
Gerakan anti hoax di deklarasikan bertepatan dengan perayaan hari jadi yang ke-4 ormas Jarum pada 9 Maret 2018, bertujuan untuk mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menolak berita bohong atau hoax yang kerap beredar di kalangan masyarakat melalui media sosial.
Ketua Ormas Jarum Kabupaten Lebak Nunung Hidayat Gebek mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpikir cerdas dalam mencerna informasi atau berita yang beredar di media sosial (Medsos).
“Diharapkan setelah ini masyarakat dapat cermat dalam memilah informasi, agar informasi atau berita yang dibaca bukan berita bohong,” kata Nunung kepad media, Jumat (9/3).
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax), serta tidak membuat atau menyebarkan berita hoax yang menyangkut Suku, Ras, Agama dan golongan tertentu.
“Berita hoax itu merupakan fitnah yang dapat menyebabkan pertikaian antar individu, bahkan antar kelompok tertentu. Itulah yang harus kita hindari. Saya berharap, masyarakat tidak menelan mentah – mentah soal berita hoax dan bertindak main hakim sendiri,” tandasnya.
Deklarasi gerakan anti hoax dihadiri oleh pengurus DPD, Korwil dan Korcam serta puluhan anggota Ormas Jarum, pihak Kepolisian Resort (Polres) Lebak, Polsek Rangkasbitung, sejumlah anggota Kodim dan Koramil setempat, beberpa tamu undangan dan simpatisan Ormas Jarum Kabupaten Lebak.
Pada kesempatan tersebut, Ormas Jarum juga memberikan bantuan biaya pengobatan kepada keluarga salah satu anak penderita Hidrosefalus yang merupakan warga Kecamatan Rangkasbiung. (Yusuf).


































