Stres, Konplik Dan Komunikasi Organisasi

STRESS, KONFLIK DAN KOMUNIKASI ORGANISASI
Oleh :
Dede Ruky Racmat, S.IP
Mahasiswa Pascasarjana Prodi MAP UNTIRTA Serang

Assalamu’alaikum wr wb, pada kesempatan kali ini saya akan membahas terkait materi yang sangat menarik sekali, yakni “Stress, Konflik dan Komunikasi Organisasi” dimana sebelum membahas apa itu Stress dan Konflik dalam sebuah organisasi, terlebih dahulu kita harus memahami apa itu Organisasi, oganisasi sendiri merupakan suatu unit sosial yang terdiri atas orang-orang yang memiliki tugas dan pembagian kerja masing-masing namun saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain guna mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita bersama.

Selain itu kita juga harus dapat memahami juga terkait komunikasi, dimana komunikasi merupakan nafas dari keberlangsungan sebuah organisasi. Suatu organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya komunikasi.

Komunikasi organisasi sendiri merupakan suatu jaringan komunikasi antar manusia yang saling bergantung satu sama lainya dalam konteks organisasi.

Dalam sebuah organisasi didalamnya terdiri atas orang-orang (organ) yang memiliki tugas masing-masing serta saling berkaitan satu sama lain sebagai suatu sistem tentu memerlukan komunikasi yang baik agar kinerja oraganisasi berjalan dengan baik pula. Sehingga apa yang menjadi tujuanya dapat tercapai.

Berbagai macam organisasi baik formal maupun non formal hadir ditengah tengah kehidupan manusia dan menjadi bagian penting didalamnya. Misalnya saja yang paling dekat dengan kehidupan kita, organisasi pengurus RT di lingkungan tempat tinggal kita, atau organisasi pekerjaan dan perusahaan tempat kita bekerja, bahkan instansi pemerintah juga termasuk dalam organisasi yang sering kita jumpai.

Sebuah kajian yang cukup menarik bahwa dalam sebuah orgainsai, tudak luput dari adanya konflik dan stress dalam komunikasi sebuah organisasi, ini merupakan sebuah cerminan perilaku individu dan kelompok yang dapat mempengaruhi perilaku organisasi secara keseluruhan.

Perilaku organisasi mendasarkan diri terhadap apa yang dilakukan orang-orang dalam sebuah organisasi. dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja dan tingkah laku anggota dalam organisasi. Organisasi dapat memberikan pengaruh pada anggota dalam organisasi dan sebaliknya mereka bisa mempengaruhi organisasi Perilaku organisasi menekankan pada kemampuan memahami persoalan yang muncul dan menjelaskan secara nyata tindakan-tindakan pemecahan masalah. Fokus utama dari perilaku organisasi adalah pada perilaku atau tingkah laku organisasi dan bagaimana perilaku dari anggota-anggota organisasi mempengaruhi organisasi.

Stress ditengarai sebagai akibat dari konflik, atau konflik adalah penyebab stress. Istilah ‘stres’ lebih mudah mengalaminya dari pada mendefinisikannya. Dikatakan demikian karena semua merasakan tekanan-tekanan, tuntutan-tuntutan, dan ketegangan-ketegangan yang nampak datang beriringan dengan pekerjaan kita. Jadi, pada level personal kita semua tahu apa itu stress. Tapi pada level yang lebih analitis kita memiliki beberapa kesulitan.

Kenyataannya ialah nampak tak ada kekurangan dari stress atau penyebab stress, hal-hal berbeda nampak menyebabkan stress bagi orang yang berbeda.

Sedangkan Dalam suatu organisasi bahwa perselisihan atau konflik merupakan sesuatuyang tidak dapat dihindari, konflik dapat berpengaruh positif maupun negatif. Berkaitan dengan hal tersebut, Handoko (1995:346) mengemukakan bahwa “Konflik organisasi adalah adanya ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumberdaya-sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan/atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi”.

Memperhatikan uraian tersebut, memperlihatkan bahwa konflik dalam organisasi, perlu dikendalikan supaya organisasi tidak statis apalagi apatis dan harus tanggap terhadap perubahan, diperhatikan dari berbagai unsur yang mempengaruhinya baik penyebab, tempat maupun dampaknya terhadap efektivitas organisasi.

Kesimpulannya adalah bahwa Konflik dan stress merupakan dua hal yang beriringan dalam perilaku organisasi. Keduanya memiliki pengaruh yang baik atau positif dan juga pengaruh buruk atau negatif. Dan keduanya merupakan perkara yang tidak bisa dihindari dalam dinamika organisasi. Ibarat sayur tanpa garam, hambar rasanya. Demikian juga organisasi akan datar kelihatannya bila tanpa konflik dan stress. Oleh karenanya, konflik dan stress sebenarnya bisa menjadi vitamin bagi pendewasaan organisasi sekaligus pribadi warga organisasi. Kata kunci untuk menghadapi konflik dan stress adalah positif thinking dan selalu terbuka pada setiap perubahan. Dengan demikian sikap positif terhadap konflik dan persepsi baik tentang stress menjadi keniscayaan dalam mengokohkan diri dan mematangkan organisasi.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat menambah penguatan pemikiran dalam kajian komunikasi organisasi, terimakasih Assalamu’alaikum Wr Wb.(*)