LEBAK – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lebak mengecam aksi pengadangan KH Ma’ruf Amin saat akan melakukan ziarah di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Aksi tersebut dinilai menciderai demokrasi dan dapat memicu perpecahan di kalangan umat Islam di Indonesia.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Lebak Deden Farhan mengatakan, sebagai masyarakat Banten dirinya merasa tersinggung atas pengadangan KH Ma’ruf Amin ketika akan berziarah di Pamekasan, Madura. Aksi pengadangan yang dilakukan pendukung calon presiden dan calon wakil presiden tidak dibenarkan di negara demokrasi. Semestinya, politik jangan sampai menyebabkan masyarakat kehilangan ahlak kepada ulama.
“Masa ulama sepuh mau ziarah diadang. Ini sudah tidak waras dan dapat memicu konflik antar masyarakat menjelang pemilu 2019,” kata Deden Farhan kepada Orbit Banten, Senin (1/4/2019).
Di tahun politik, masyarakat diharapkan dapat bergandengan tangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Perbedaan pilihan politik harus disikapi secara aruf dan bijaksana. Jangan sampai, perbedaan pilihan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk dewasa dalam berpolitik. Mari kita ciptakan suasana damai menjelang pemungutan suara dan terpenting hormati calon pemimpin yang berkontestasi pada pemilu 2019. Mereka merupakan putra putri terbaik bangsa Indonesia,” pungkasnya.(Deni)






































