Petani di Curugbitung Mulai Panen Rambutan Tangkue

Petani rambutan tangkue, Madrita sedang menyortir dan mengikat buah rambutan untuk di pasarkan di Jakarta. (Foto/Deni).

LEBAK,- Sejumlah petani di Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mulai memanen buah rambutan tangkue. Musim panen tahun ini sangat melimpah dibanding tahun lalu. Sehingga pendapatan ekonomi mereka pun ikut meningkat.

“Alhamdulillah musim panen awal tahun 2019 relatif bagus karena buahnya lebat,” kata Madrita, seorang petani warga Kecamatan Curugbitung, kepada Orbit Banten, Sabtu (26/1/2019).

Madrita mengatakan, para petani rambutan di wilayahnya merasa senang, lantaran panen tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, buah rambutan dalam satu pohon begitu lebat sehingga menguntungkan petani.

Baca juga :
Hasil Panen Rambutan di Kecamatan Maja Meningkat

Sejumlah tengkulak berani memborong buah rambutan dengan harga Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta per pohon. Bahkan ada juga tengkulak yang memborong buah rambutan hingga puluhan juta rupiah untuk satu kebun.

“Kalau sistem borong itu bisa mencapi Rp 7 juta hingga Rp 60 juta. Tergantung jumlah pohon dan lebat buahnya,” kata pria humoris yang juga seorang tengkulak ini.

Menurut dia, panen buah rambutan di daerah ini diperkirakan berlangsung hingga Maret 2019. Petani disini, lanjut Madrita, mengembangkan berbagai jenis varietas rambutan antara lain Tangkue, Aceh, Binjai, dan Rapiah. Dari keempat jenis rambutan ini, Tangkue merupakan jenis rambutan yang paling unggul. Karena, selain memiliki rasa yang manis, buah tangkue ini juga lebih besar dan tidak banyak mengandung air.

Baca juga :
Distanbun Promosikan Buah-Buahan Lokal

“Rambutan tangkue ini banyak dijual ke pasar-pasar domestik seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Serang, Cilegon, Rangkasbitung. Bahkan diekspor ke luar negeri seperti Arab Saudi dan Malaysia,” terang Madrita.

Petani lainya, Abdul (60) mengatakan, panen rambutan tahun ini sangat menguntungkan. Karena sebanyak 400 pohon berbuah lebat. Saat ini, rambutan tangkue miliknya sudah dijual Rp 30 juta dan akan dipasok ke Jakarta.

“Musim panen rambutan ini sangat membantu petani, sehingga bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya. (Deni).