
LEBAK – Sebanyak 60 murid dari Raudatul Anfal (RA) atau Taman Kanak-kanak (TK) Al-fatah antusias mengikuti simulasi profesi pemadam kebakaran yang digelar di Pendopo Alun-alun Rangkasbitung, Selasa (20/2).
Dalam Simulasi tersebut, anak-anak berusia 4-6 tahun yang merupakan murid dari TK Al-fatah di ajari bagaimana cara memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam kebakaran, dan cara melarikan diri dari kebakaran dengan di dampingi oleh guru dan tim pemadam profesional kabupaten Lebak.
Kasi Pemadam kebakaran Lebak Suparmin mengungkapkan, pada sosialisasi tersebut anak-anak dilatih cara memadamkan api dalam simulasi pemadaman kebakaran didampingi oleh petugas pemadam yang kerap terjun langsung ke lokasi saat kejadian kebakaran.
”Petugas kita juga dilatih untuk menyampaikan pengetahuan kepada anak-anak. Jadi sebelum anak-anak diajak praktik memadamkan kebakaran, terlebih dahulu oleh petugasnya,” kata Suparmin kepada Orbitbanten.co.id, Selasa (20/2).
Tidak sekadar memadamkan api, Suparmin menjelaskan tugas pemadam kebakaran juga banyak. Seperti penyelamatan pada kecelakaan. Misal ada yang tenggelam, pemadam kebakaran juga menjadi petugas yang wajib untuk menyelamatkan korban.
”Jadi kita beri edukasi kepada anak-anak bahwa pemadam kebakaran memiliki banyak tanggung jawab, bukan hanya memadamkan kebakaran tapi kami juga menerima permintaan dari masyarakat untuk sosialisasi dan simulasi kebakaran seperti saat ini,” katanya.
Menurut Suparmin, di kecamatan Rangkasbitung sudah 60 persen sekolah sudah mengunjungi kantor Damkar. Hal itu dilakukan untuk mensosialisasikan peranan petugas Damkar kepada murid-muridnya.
“Alhamdulillah kami sudah menerima kunjungan dari murid TK di kecamatan Rangkasbitung setiap bulannya, nantinya kami juga akan mengadakan sosialisasi dengan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan banyak anak yang mengerti bagaimana cara mencegah kebakaran. Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kebakaran serta bisa menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran.
Sementara itu Kepala Sekolah TK Al-Fatah Karningsih yang turut mendampingi muridnya mengatakan, sosialisasi profesi Damkar merupakan agenda rutin setiap tahunnya untuk memberikan pengetahuan lebih luas mengenai operasional pemadam kebakaran kepada muridnya.
“Kami mengunjungi pemadam kebakaran itu sesuai dengan agenda setiap semesternya. Sesuai dengan temanya, anak-anak diajak oleh pemadam untuk mengenal lebih banyak mengenai operasional pemadam kebakaran dan cara mengatasi kebakaran sejak dini,” ujarnya.
Adapun materi yang disampaikan tim pemadam yaitu tentang tugas pemadam dan beberapa perangkat penting yang harus ada saat terjadi kebakaran.
Karningsih mengharapkan seluruh murid yang mengikuti simulasi pengenalan profesi pemadam dapat menerapkan materi yang telah di sampaikan oleh tim pemadam jika terjadi kebakaran.
“Diharapkan dengan simulasi ini, murid-murid dapat mengetahui bagaimana cara menanggulangi kebakaran sejak dini,” tandasnya. (Yusuf).


































