Aktivis Mahasiswa Galang Dana Untuk Korban Kebakaran di Sobang

Aktivis GEMMA melakukan aksi penggalangan dana korban kebakaran.(Foto/Deni Sopandi)

LEBAK – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Maja (GEMMA) melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana kebakaran yang terjadi di Kampung Cikuning, Desa Sukamaju, Kecamatan Sobang. Para mahasiswa menggalang dana di jalan raya, pasar, dan rumah penduduk.

Ketua GEMMA Mohamad Maad mengatakan, aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terkena musibah. Dana yang terkumpul dari aksi tersebut akan diserahkan kepada korban kebakaran.

Baca juga:
Gara-gara Korsleting Listrik, Rumah Warga Lebak Selatan Ludes Terbakar
Kerugian Akibat Kebakaran di Sobang Ditaksir Rp800 Juta
Puluhan Rumah di Sobang Ludes Dilalap Si Jago Merah

“Aksi simpatik ini diharapkan dapat meringankan beban korban bencana kebakaran yang terjadi di Kampung Cikuning,” kata Maad kepada Orbit Banten, Senin (27/11).

Maad mengungkap, aksi penggalangan dana akan terus dilakukan rekan-rekan mahasiswa Maja. Bahkan, GEMMA akan bersinergi dengan pengurus OSIS di Maja untuk penggalangan dana di sekolah-sekolah. Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial generasi muda di Maja terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah.

“Dana yang sudah terkumpul sebesar satu juta lebih. Insya Allah besok akan menggalang dana ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 unit rumah di Kampung Cikuning, Desa Sukamaju, Kecamatan Sobang, ludes terbakar pada Sabtu (25/11) sekira pukul 07.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Tidak hanya itu, majelis taklim dan gedung pendidikan anak usia dini (PAUD) ludes terbakar. Kerugian akibat kebakaran di Sobang ditaksir mencapai Rp800 juta lebih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos), dan masyarakat Lebak sudah menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran. Para korban kini tinggal di tenda pengungsian, karena rumah mereka rata dengan tanah.(Deni Sopandi)