Disnaker Lebak Jalin Kerjasama Dengan STIP Tanggerang

Kadisnaker Lebak Maman SP (tengah) sedang berdiskusi dengan perwakilan Kemenhub di kantor Disnaker Lebak. (Foto/Dok).

LEBAK,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak melalui Kementerian Perhubungan menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang berada di Curug, Tanggerang, Banten.

Hal tersebut diungkapkan kepala Dianaker Lebak Maman SP, untuk yang pertama kali nya ditahun 2018 Disnaker Kabupaten Lebak mendapatkan penawaran berupa kerjasama antara Kementerian Perhubungan melaui STPI Tanggerang.

Bentuk kerjasama tersebut berupa, sebuah pelatihan kompetensi keahlian dengan kuota 260 peserta didik yang akan dilatih di bidang mekanik AC, instalasi listrik, dan pengelasan, yang bertujuan menciptakan tenaga kerja mandiri, berjiwa wirausaha yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Ini adalah upaya untuk memotivasi dan pemberdayaan masyarakat, dimana mereka yang tadinya tidak mempunyai kompetensi, dilatih untuk mempunyai kompetensi, sehingga masyarakat kita didik agar dapat bekerja dengan mandiri,”ungkapnya.

Baca juga :
Disnaker Lebak Prioritaskan Tenaga Kerja Pribumi

Dikatakan Maman, pelatihan peserta didik sudah berjalan pada bulan puasa kemarin, dan menghasilkan tenaga kerja yang siap terjun langsung ke lapangan, dengan bekal ilmu dan peralatan yang mereka dapatkan di pelatihan STPI kemarin.

“Alhamdulillah pelatihan sudah di laksanakan sebelum bulan puasa selama 7 hari dengan diikuti oleh 75 peserta didik. Dan kabar baiknya, para peserta didik yang sekarang akan mendapatkan pelatihan selama 9 hari,” katanya.

Sementara itu, perwakilan kementrian perhubungan Budy , mengungkapkan bahwa kerjasama ini berdasarkan survei kementrian perhubungan terhadap potensi tenaga kerja yang cukup besar di Kabupaten Lebak.

Saat ini pihaknya menyiapkan kouta sebanyak 260 peserta didik yang berasal dari Kabupaten Lebak, dengan asumsi bahwa para peserta didik yang berasal dari Kabupaten Lebak memiliki antusias yang cukup besar, sehingga dapat lulus dengan sempurna, dan siap menjadi tenaga kerja mandiri.

“Menurut penilaian kami setelah peserta didik menyelesaikan seluruh program pelatihan, mereka mampu menjadi seorang wirausaha dengan keahlian yang mereka pilih sendiri,”ungkapnya.

Dikatakannya, selain memebekali peserta didik dengan keahlian, namun peralatan yang nantinya akan dipakai untuk berwirausaha tersebut akan pihaknya siapkan.

“Sebagi contoh bagi masyarakat Kabupaten Lebak yang ingin belajar ngelas karena dia ingin caru uang dengan keahlian tertentu. Ok, kami akan siapkan satu paket alat tersebut, mungkin ini hanyalah paket sederhana, tapi menurut penilaian kami itu sudah cukup untuk dikembangkan,” katanya.

Budy mengharapkan, para peserta didik yang sudah mendapatkan pelatihan dapat menjadi seorang wirausaha mandiri, dengan menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Yang kami harapkan tentang kesejahteraan yang bersangkutan semakin membaik, karena yang bersangkutan telah dibekali dengan keahlian, yang memang keahlian tersebut dibutuhkan untuk survive dalam dunia kerja,” harapnya.