
LEBAK – Ribuan penumpang KRL jurusan Rangkasbitung-Jakarta menumpuk di Stasiun Rangkasbitung, Selasa (2/1). Penumpukan terjadi akibat matinya jaringan listrik karena adanya perbaikan jaringan kabel atas kereta rel listrik (KRL) oleh pihak PLN.
“Penumpukan penumpang di Stasiun Rangkasbitung dampak dari keterlambatan kedatangan dua KRL, yang beroperasi pukul 09.00 WIB dan 09.30 WIB,” kata Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno di ruang kerjanya, kepada wartawan, Selasa (02/01).
Menurut Endarno, keterlambatan KRL mengakibatkan penumpukan penumpang di statsiun Rangkasbiting. Hal ini terjadi karena matinya jaringan listrik kabel atas KRL sepanjang Stasiun Palmerah-Parungpanjang. Lantaran adanya perbaikan jaringan kabel atas oleh pihak PLN.
Baca juga :
Satpol PP Tertibkan Kendaraan Roda Dua yang Parkir di Trotoar
Kades Pasir Haur, Resmikan Cilebu Jadi Kampung Wisata
Tingkatkan Profesionalisme, LPTQ Gelar Diklat Dewan Hakim MTQ
“Kejadian ini mengakibatkan kedatangan KRL terlmbat satu jam. Begitu juga keberangkatan KRL Rangkasbitung-Jakarta Kota terlambat 43 menit. Di waktu bersamaan datang kereta api jurusan Merak, yang ke semua penumpangnya transit sehingga menambah banyak penumpang yang mengantre menunggu keberangkatan,” ujarnya.
Elis, salah seorang penumpang jurusan Tanah Abang mengaku baru kali ini mengalami keterlambatan keberangkatan, sehingga harus menunggu lama.
“Biasanya begitu turun dari kereta jurusan Merak langsung pindah ke KRL. Terus langsung berangkat, tapi hari ini keretanya saja gak ada, ya terpaksa harus nunggu lama di statsiun Rangkasbitung,” kata Elis
Meski terlambat kata Elis, ia tetap memakluminya. Karena keterlambatan tersebut akibat perbaikan jaringan listrik atas KRL oleh pihak PLN.
“Saya berharap, kedepan PT KAI dapat menambah Gardu Induk listrik yang mandiri. Supaya ketika diputus PLN masih tetap jalan tidak sampai mengganggu perjalanan,” pungkasnya. (Alvin).


































